Tugas orang tua bukan menjadikan anak sebagai yang tercepat,
tetapi menumbuhkan anak yang paling mencintai prosesnya.
Karena hafalan yang lahir dari cinta akan melahirkan hubungan yang dalam dengan Al-Qur’an —
bukan hanya melekat di lisan, tapi berakar di hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini tidak hanya bicara tentang prestasi hafalan,
tetapi tentang nilai proses belajar dan cinta terhadap Kalamullah.
Seorang anak yang mencintai Al-Qur’an akan tumbuh dengan karakter lembut, sabar, dan dekat kepada Allah —
dan semua itu dimulai dari cara kita mendampinginya. (mu/sa)
