Dari Menekan Menjadi Menemani

Banyak orang tua tanpa sadar menuntut, menekan, atau membandingkan anaknya.
Padahal, hafalan yang dipaksa jarang bertahan lama.
Yang abadi adalah hafalan yang lahir dari kedekatan, dari suasana yang penuh kasih,
dan dari bimbingan yang lembut.

Mari ubah cara kita mendampingi:
💧 dari menekan menjadi menemani,
💧 dari membandingkan menjadi menerima,
💧 dari sekadar hafalan menjadi penanaman iman.

Allah ﷻ berfirman:

“Tidak ada paksaan dalam (menerima) agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)

Ayat ini menjadi prinsip lembut dalam pendidikan iman anak:
menuntun tanpa memaksa, mengarahkan tanpa menekan,
dan menumbuhkan tanpa terburu-buru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *