Saat Marah dan Takut, Anak KB Dilatih Mengenal Perasaannya

KBTKPERMATAILMU.SCH.ID – Rabu, 17 September 2025 bertepatan dengan 24 Robi’ul Awwal 1447 H, siswa Kelompok Bermain (KB) KB-TK Permata Ilmu mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang bertema “Aku Bisa Mengenal dan Mengatur Emosiku” dengan subtopik “Saat Aku Marah dan Takut”. Tema ini diangkat untuk membantu anak-anak mengenal perasaan mereka sendiri sekaligus belajar cara mengekspresikannya dengan tepat.

Kegiatan diawali dengan berbaris dan doa pagi bersama, kemudian dilanjutkan murojaah surah Al-Fatihah. Suasana hangat dan penuh semangat tampak dari wajah anak-anak yang berusaha mengingat bacaan dengan benar. Selanjutnya, mereka mengikuti pembelajaran mengaji metode UMMI secara klasikal dengan menggunakan kartu hingga sampai pada huruf hijaiyah (شَ).

Selain pembelajaran agama, anak-anak juga diajak untuk mengenal kesadaran fonik dengan mempelajari vokal a, i, u, e, o. Kegiatan ini dilanjutkan dengan mengingat kembali Rukun Islam serta menyebutkan nama-nama hari. Aktivitas sederhana ini membantu mereka melatih daya ingat sekaligus menanamkan pemahaman dasar tentang nilai-nilai Islam.

Untuk mendukung stimulasi aspek tumbuh kembang, anak-anak mengikuti kegiatan sensorik dan bahasa. Dengan plastisin, mereka membentuk ekspresi mengikuti pola gambar yang diberikan. Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih motorik halus serta memberi kesempatan anak-anak mengekspresikan emosi melalui karya.

Kebersamaan semakin terasa ketika mereka makan bersama, saling berbagi cerita, dan belajar adab sebelum serta sesudah makan. Setelah itu, kegiatan mengaji kembali dilanjutkan menggunakan buku UMMI secara individual. Anak-anak bergantian untuk menghafal, tashih, serta membaca huruf secara perlahan, menyesuaikan kemampuan masing-masing.

Anak-anak juga menikmati permainan edukatif melalui media pengaman dan dilanjutkan bermain di playground atas. Kegiatan bermain ini memberikan ruang bagi mereka untuk bergerak bebas, melatih keberanian, serta membangun interaksi sosial dengan teman sebaya dalam suasana gembira.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa pulang bersama. Anak-anak kembali ke rumah dengan membawa pengalaman berharga, tidak hanya berupa pengetahuan baru tetapi juga keterampilan dalam mengenal dan mengatur emosi. Semua ini menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka menuju pribadi yang seimbang, ceria, dan percaya diri.(mu/sa)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *